Di Indonesia, 19% masyarakat ditemukan mengalami kecemasan tingkat tinggi(1). Meski sudah marak terjadi, apalagi dengan kecemasan pasca pandemi yang meningkat, kesadaran masyarakat masih kurang. Mari kita telusuri apa arti kecemasan dan bagaimana cara mengatasinya:
Kecemasan adalah reaksi spesifik seseorang terhadap stres: biasanya ditandai dengan perasaan ketakutan atau ketakutan yang terus-menerus dalam situasi yang sebenarnya tidak mengancam.
Apakah kamu mendapati diri kamu mengatakan ini?
“Apa ada yang salah dengan saya?”
“Saya tidak bisa”
“Saya tahu akan gagal”
Sebagai siswa, orang dewasa, atau orang tua, kita mengalami situasi sulit yang terkadang berdampak buruk pada kesehatan mental kita. Terutama saat kita harus bekerja di bawah tekanan, memenuhi tuntutan yang tidak rasional, menghadapi tekanan finansial, atau saat tugas kita sangat sensitif terhadap waktu. Stres yang menumpuk dari situasi ini dapat memanifestasikan diri menjadi sakit kepala, kegelisahan atau kesulitan berkonsentrasi. Seringkali, periode stres ini bersifat jangka pendek saat kamu sudah tidak sibuk lagi, dan kita merasa seperti dapat bernapas kembali. Tetapi apa yang terjadi jika kita mengalami kekhawatiran yang terus-menerus?
Gangguan kecemasan sangat bisa diobati, namun banyak yang tidak menerima intervensi atau dukungan yang dibutuhkan. Intervensi dapat dimasukkan dalam rutinitas harian kamu sebagai bentuk perawatan diri, misalnya mengembangkan teknik relaksasi yang paling sesuai dengan gaya hidup dan preferensi kamu, mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif dengan hati-hati dan memiliki lingkungan yang mendukung.
Mulailah dengan terlebih dahulu memperhatikan perasaan dan respons kamu. Berikut adalah beberapa gejala lain yang dapat kamu temukan:
Setelah menyadari gejala-gejala ini, kamu kemudian dapat dengan sengaja menerapkan beberapa perawatan mandiri sambil terus memantau diri sendiri. Selalu ingat bahwa intervensi dini adalah kuncinya!
Curhat pada teman yang kamu percayai. Tidak mudah menjadi terbuka dan transparan tentang perasaan kamu, tetapi penting bagi kamu untuk berbagi bagian hidup ini dengan seseorang. Teman itu yang kemudian dapat memeriksa kamu dan memastikan kamu membuat kemajuan dengan baik.
Kamu tidak perlu merasa terbebani untuk meminta bantuan!
Berikut adalah beberapa cara kamu dapat memulai percakapan dengan seorang teman:
Selain itu, jadwalkan waktu istirahat untuk aktivitas yang dapat membantu kamu rileks. Kadang-kadang kita bisa sangat sibuk, dan beban kerja kita akan menjadi sangat berat jika kita membiarkannya. Luangkan beberapa jam dalam seminggu untuk melakukan aktivitas yang akan membantu kamu mengeluarkan tenaga atau menenangkan diri. Jika kamu senang berolahraga, sesi olahraga mingguan mungkin berguna bagi kamu. Jika kamu suka berkreasi, luangkan waktu untuk fokus pada seni kamu. Kamu dapat membaca, berenang, membuat jurnal, atau hanya menonton ulang serial TV favorit kamu, pastikan itu benar-benar membantu.
Terakhir, perlahan-lahan mulailah mengadopsi pandangan positif dan ingatkan diri kamu bahwa kamu memang “bisa” melakukannya! Kamu dapat memulai dengan daftar sederhana.
3 Hal yang Akan Saya Katakan “Saya Bisa!” Untuk Hari Ini:
1.
2.
3.
Mari kita kurangi stigma yang terkait dengan kecemasan dan bekerja menuju kehidupan penuh kedamaian, di mana kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Berbeda dengan kepercayaan populer, kecemasan sangat umum dan sangat dapat diobati. Kecemasan sering disebabkan oleh stres dan dapat diobati melalui strategi penanganan diri seperti istirahat, mengadopsi pandangan positif, dan curhat pada seseorang secara teratur.
Kamu mencari bantuan profesional untuk kesehatan mental-mu? Manfaatkan fasilitas tanpa biaya selama 1 bulan* di ThoughtFullChat (disediakan oleh FWD Insurance), yang meliputi:
Dapatkan uji coba ThoughtFullChat tanpa biaya selama 1 bulan di sini.
*Selama kuota tersedia. Informasi selengkapnya dapat dilihat di www.fwd.co.id/id/mindstrength#guidance-session