Kesehatan

Penyakit autoimun kerap terjadi pada wanita

21 November 2024
FWD Insurance

Pernah dengar autoimun? Ya, penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi kita dari infeksi justru menyerang. Ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan karena tubuh menyerang dirinya sendiri, seolah-olah ada ancaman. Menariknya, penyakit autoimun lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik, hormon, dan lingkungan dianggap berperan untuk menyerang sel-sel tubuh sendiri1. Beberapa penyakit autoimun yang umum dialami wanita antara lain lupus, tiroiditis Hashimoto, dan rheumatoid arthritis. Jadi, jika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala aneh yang berulang, ada baiknya untuk mulai memperhatikan dan berkonsultasi dengan dokter.

Yuk, bahas lebih lanjut tentang penyakit-penyakit ini, gejala autoimun, serta bagaimana cara mengelola kondisi tersebut.

Penyakit lupus eritematosus sistemik

Nah, yang ini harus kamu tahu. Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ sendiri. Penyakit ini bisa mempengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, dan ginjal. Gejala SLE2 bervariasi, tapi yang paling umum meliputi ruam kulit berbentuk kupu-kupu di wajah, nyeri sendi, kelelahan yang luar biasa, dan gangguan ginjal.

Wanita lebih rentan terkena lupus, terutama karena faktor genetik dan hormon. Meski lupus tidak bisa disembuhkan, gejalanya bisa dikelola dengan baik. Pengobatan biasanya melibatkan obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri dan bengkak, serta terapi imunosupresif untuk menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Dengan perawatan yang tepat, penderita lupus bisa menjalani hidup yang aktif dan sehat. Jika merasa ada gejala, segera konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah kondisi penyakit autoimun yang terutama menyerang sendi, menyebabkan peradangan, nyeri, dan kerusakan sendi. Gejala umumnya termasuk nyeri sendi, kekakuan, terutama di pagi hari, dan pembengkakan pada sendi yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Rheumatoid arthritis bisa terjadi karena faktor risiko seperti predisposisi genetik. Artinya jika ada riwayat keluarga dengan Rheumatoid arthritis, kemungkinan kamu juga bisa terkena.

Selain itu, perbedaan hormonal juga berperan, karena wanita lebih sering mengalami Rheumatoid arthritis dibanding pria3. Untuk mengatasi Rheumatoid arthritis, ada beberapa opsi pengobatan yang bisa membantu. Obat anti radang dapat mengurangi peradangan dan nyeri, terapi fisik dapat meningkatkan gerakan dan kekuatan sendi, sementara modifikasi gaya hidup seperti diet sehat dan olahraga ringan juga bisa membantu mengelola gejala.

Skleroderma

Skleroderma adalah penyakit autoimun yang menyebabkan pengerasan dan penebalan jaringan kulit serta organ internal. Gejala utamanya meliputi kulit yang menjadi kaku dan tebal, gangguan pencernaan seperti kesulitan menelan, dan masalah pernapasan. Penyakit ini bisa mempengaruhi kualitas hidup, tapi ada beberapa cara untuk mengelola gejalanya.

Faktor risiko termasuk genetika, karena skleroderma bisa muncul dalam keluarga4, dan faktor lingkungan seperti paparan zat kimia. Untuk mengelola skleroderma, terapi fisik dapat membantu menjaga fleksibilitas kulit dan tubuh, sementara obat-obatan bisa mengurangi peradangan dan masalah yang lebih serius. Dukungan nutrisi juga penting untuk menjaga kesehatan secara umum.

Tiroiditis autoimun

Kondisi tiroiditis autoimun adalah sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang kelenjar tiroid, yang dapat menyebabkan dua masalah utama. Hashimoto’s thyroiditis dan penyakit Graves. Pada Hashimoto’s thyroiditis, tiroid cenderung kurang aktif, sehingga gejalanya meliputi kelelahan, penambahan berat badan, dan merasa kedinginan. Seperti ringan namun nyatanya berat juga lho.

Sebaliknya, penyakit Graves membuat tiroid terlalu aktif, dan bisa menyebabkan penurunan berat badan, gangguan tidur, serta peningkatan suhu tubuh. Untuk mendiagnosis tiroiditis autoimun, biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid dan antibodi. Perawatan umumnya melibatkan obat tiroid untuk menyeimbangkan kadar hormon atau terapi hormon untuk mengatasi masalah tiroid.

Sindrom sjögren

Nah, ini juga mungkin asing nih. Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun5 di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur. Ini menyebabkan gejala seperti mulut kering, mata kering, dan kesulitan menelan. Bayangkan seperti ketika kamu merasa haus terus-menerus, atau seperti rasanya saat mata terasa gatal dan kering, padahal tidak ada debu.

Gejala ini bisa sangat mengganggu, tapi ada cara untuk mengelolanya. Penggunaan obat-obatan seperti pil untuk merangsang produksi air liur, serta terapi pelumasan untuk mata dan mulut bisa membantu. Selain itu, menjaga hidrasi yang baik dan menggunakan produk khusus seperti gel mata atau pil pelumas bisa membuat hidup lebih nyaman.

Perhatian terhadap Autoimun

Deteksi dini dan perawatan yang tepat adalah kunci untuk mengelola gejala autoimun dan meningkatkan kualitas hidup kita. Gejala seperti kelelahan ekstrem, nyeri sendi, atau ruam kulit sering kali bisa menandakan masalah kesehatan serius. Dengan mendeteksi gejala sejak awal dan mendapatkan perawatan yang sesuai, kamu bisa mencegah komplikasi lebih lanjut dan merasa lebih baik setiap hari.

Jadi, jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan dan lakukan pemeriksaan rutin. Ini penting untuk menjaga kesehatanmu secara keseluruhan dan jangan diabaikan.

Baca Juga: Manfaat pola hidup sehat, tanpa ribet

Menjaga ketenangan hati di setiap langkah hidup

Autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat. Biaya pengobatannya sering kali tinggi dan berkelanjutan. Dengan perlindungan asuransi yang tepat, kamu dapat meringankan beban biaya perawatan, obat-obatan, dan terapi. Jaminan finansial ini memastikan kamu bisa fokus pada pemulihan tanpa khawatir soal biaya.

Asuransi Bebas Handal memberikan kontribusi mulai dari Rp75 ribu, mudah dan cepat. Jangan tunggu lagi, persiapkan dirimu sedari dini untuk perlindungan ekstra.

Sumber:

1. Mengenal Penyakit Autoimun: Ragam Jenis dan Gejalanya

2. Mayo Clinic: Lupus

3. Why Women Get More Arthritis Than Men

4. What you need to know about scleroderma

5. Alodokter: Sindrom Sjögren

Tertarik dengan produk Asuransi Bebas Handal?