Passionate People, tahukah kamu kalau kanker paru-paru adalah jenis kanker paling mematikan di dunia ini? Yup, menurut data yang dihimpun Statista, jenis kanker ini telah mengambil nyawa hingga 1,82 juta di tahun 2022 saja. Kira-kira apa gejala awalnya dan juga penyebabnya? Yuk, cari tahu informasi lengkapnya dalam kelanjutan artikel ini!
Kanker paru-paru (atau kanker paru) adalah sebutan untuk kanker yang bermula di paru-paru—biasanya di saluran udara (bronkus atau bronkiolus) atau kantung udara kecil (alveoli). Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali di dalam paru-paru, sehingga menciptakan massa (tumor) jaringan yang membuat organ paru-paru tidak berfungsi dengan normal.
Melansir dari laman Cleveland Clinic, kanker paru memiliki banyak jenis. Namun, ada dua jenis paling umum yang dikenal luas dalam dunia medis, yaitu:
Non-small cell lung cancer (NSCLC) atau kanker paru non-sel kecil merupakan jenis kanker paru yang paling umum. Menurut data, lebih dari 80% kasus kanker paru di dunia ini adalah jenis NSCLC, dengan adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa sebagai subjenis paling umum.
Small cell lung cancer (SCLC) atau kanker paru sel kecil merupakan jenis kanker paru yang tumbuh lebih cepat dan lebih sulit diobati. Kanker ini sering kali ditemukan sebagai tumor paru relatif kecil yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya.
Di luar kedua jenis paling umum di atas, kanker paru-paru juga dapat bermula di dalam atau di sekitar organ paru, termasuk limfoma (kanker pada kelenjar getah bening), sarkoma (kanker pada tulang atau jaringan lunak), dan mesothelioma pleura (kanker pada lapisan paru-paru). Karena metode pengobatannya yang berbeda dengan kedua jenis umum di atas, beberapa jenis kanker lainnya ini biasanya tidak disebut sebagai kanker paru-paru.
Meski tergolong sebagai salah satu penyakit kritis, kanker paru umumnya tidak memberikan gejala awal yang signifikan. Mayoritas penderita penyakit ini biasanya akan memiliki gejala tertentu saat sudah di stadium akhir atau ketika kanker paru sudah tumbuh lama dalam tubuhnya. Laman Cleveland Clinic menyebut, kebanyakan gejala kanker paru mirip dengan gejala-gejala penyakit non-kritis lain, seperti:
Penyebab utama kanker paru-paru adalah merokok. Para peneliti meyakini bahwa aktivitas ini menyebabkan kanker paru karena karsinogen—zat penyebab kanker—yang banyak terkandung dalam asap rokok. Ketika seseorang menghirup asap rokok, terutama sebagai perokok aktif, zat tersebut akan mengubah jaringan paru-parunya hampir seketika. Sebagai akibatnya, jaringan paru-paru dan sel-sel sehat yang ada di dalamnya menjadi rusak dan membuka jalan perkembangan sel kanker.
Tahukah kamu? Delapan puluh persen kematian manusia akibat kanker paru-paru diperkirakan karena kebiasaan merokok. Oleh karenanya, faktor risiko terbesar dari penyakit kanker ini adalah merokok—apa pun itu jenisnya. Selain itu, berikut adalah beberapa faktor risiko lain dari kanker paru-paru:
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karsinogen adalah zat berbahaya pada asap rokok yang bisa merusak sel-sel dan jaringan dalam paru-paru. Karena itu, asap rokok orang lain yang terhirup oleh Passionate People—terutama yang rutin dan setiap hari—juga bisa menjadi faktor risiko kanker paru-paru lainnya.
Orang dengan penyakit kanker lain juga bisa terkena kanker paru-paru jika sudah pernah menjalani terapi radiasi di area dada. Pasalnya, terapi radiasi bekerja dengan cara merusak materi genetik atau DNA sel kanker melalui sebuah berkas energi.
Selagi hal tersebut membantu mematikan DNA sel kanker pada organ tubuh lain, sel kanker sehat yang ada di paru-paru (tempat titik radiasi itu diberikan) justru bisa merusak sel-sel sehat pada paru-paru sehingga menyebabkan kanker paru.
Gas radon adalah gas radioaktif yang terbentuk secara alami ketika uranium, torium, dan radium terurai di alam—baik di dalam tanah, bebatuan, ataupun di air. Proses penguraian gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna ini ini dapat memicu kanker paru. Sebab, partikel radioaktif ini akan merusak sel-sel kanker ketika terhirup oleh manusia.
Faktor risiko yang tidak kalah tinggi lainnya adalah riwayat keluarga yang memiliki penyakit kanker, terutama kanker paru. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat orang tua akan menurunkan sebagian DNA-nya kepada keturunannya. Apabila orang tua tersebut memiliki DNA kanker, kemungkinan DNA kanker tersebut ‘turun’ ke anaknya akan lebih besar.
Pengobatan kanker paru pada dasarnya dirancang untuk menyingkirkan sel kanker dalam tubuh atau memperlambat pertumbuhannya. Maka dari itu, pengobatan dan perawatannya bisa dilakukan dalam berbagai metode yang disesuaikan dengan kondisi dan usia pasien.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, pengobatan kanker paru dapat berupa operasi, ablasi frekuensi radio, terapi radiasi, kemoterapi, terapi dengan obat-obatan, imunoterapi, hingga perawatan paliatif (perawatan untuk meringankan gejala).
Nah, itulah dia ulasan lengkap tentang kanker paru, mulai dari pengertian, jenis, gejala, penyebab, faktor risiko, hingga pengobatannya. Sebagai salah satu penyakit kritis, kanker paru-paru tentu masuk sebagai salah satu penyakit yang ditanggung oleh Asuransi Penyakit Kritis FWD Critical Armor dari FWD Insurance Indonesia.
Dengan nilai premi yang ringan, kamu bisa mengajukan klaim hingga lebih dari 3x dari Penyakit Kritis dan menerima Uang Pertanggungan hingga 100% setiap klaimnya. Apabila selama menjadi Pihak Yang Diasuransikan kamu tidak pernah terdiagnosis Penyakit Kritis Major, kamu juga berhak atas pengembalian 100% premi yang sudah dibayarkan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera lindungi diri kamu dengan asuransi penyakit kritis dari FWD Insurance Indonesia!
Sumber: