Suka nyetel musik di handphone atau laptop? Kalau suka, genre musik manakah yang suka Passionate People dengar? Pop, RnB, Rock, Jazz, Classic? Mungkin, jawabannya akan berbeda tergantung selera musikmu masing-masing. Meski berbeda, setiap genre musik yang didengar mampu memberikan ketenangan, semangat, dan rasa bahagia, lho.
Nah. bicara soal musik, tahukah Passionate People, musik yang setiap hari didengar dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ternyata punya sejarah panjang, lho. Lantas bagaimanakah sebenarnya sejarah musik dunia dimulai? Cari tahu selengkapnya di kelanjutan artikel ini, yuk!
Dimulai dari zaman prasejarah, di mana kala itu ditemukan alat musik tertua di dunia bernama flute (seruling). Alat musik ini terbuat dari tulang beruang yang kemudian diberi lubang. Penemuan alat musik ini sekitar 180.000 - 100.000 tahun lalu ketika manusia yang disebut Homo Sapiens ditemukan.
Pada masa itu, flute digunakan untuk berbagai keperluan karena mengeluarkan bunyi-bunyian yang sangat khas. Usia dari alat musik ini sudah lebih dari ratusan ribu tahun. Kalau sekarang, flute pun sudah dimodifikasi sehingga terlihat lebih bagus dan suara yang dihasilkan semakin merdu.
Beberapa ribu tahun berlalu atau tepatnya pada abad pertengahan (400-1400an), musik di dunia semakin berkembang. Di masa ini, musik sangat terpengaruh oleh kekuasaan dari gereja dan notasinya mengalami perubahan menjadi musical repertoire—kumpulan dari lembaran musik. Instrumennya dimainkan dengan cara ansambel, individual, dan choir.
Salah satu musik paling terkenal di masa Medieval adalah “The Gregorian Chant” atau nyanyian Gregorian yang berjaya sampai tahun 1100. Barulah kemudian keberadaan musik semakin berkembang dan menjadi lebih kompleks.
Berlangsung dari tahun 1500 - 1600, di mana musik di zaman ini mengalami peningkatan cukup pesat. Soalnya, alat musik yang digunakan lebih beragam dari abad sebelumnya dan jenis musik yang digunakan juga lebih bervariasi. Musik gereja yang dulunya terkenal berubah menjadi musik piano dan organ tunggal.
Selain itu, terbentuk pula ornamen-ornamen musik Eropa dan notasi musik yang mengisi inovasi dalam dunia musik. Bahkan, ditemukan juga partitur lagu yang semakin memudahkan pemain musik memainkan lagu yang dibawanya tanpa perlu mendatangkan langsung penciptanya.
Di zaman Baroque yang berlangsung dari 1600 - 1750, musik terus mengalami perkembangan dengan ditemukannya tonal counterpoint yang lebih kompleks dan canggih. Bukan cuma itu saja, ditemukan juga bass line yang semakin memudahkan pemain musik bermain alat musiknya.
Menariknya, di masa Baroque ini berkembang pula aliran musik Rokoko. Di mana, musik Rokoko mempunyai komposisi musik dekoratif namun tidak terlalu kompleks. Sementara, musik Baroque menggunakan ornamentik dan membebaskan komposernya berimprovisasi terhadap karyanya.
Seniman paling terkenal di zaman ini adalah Johann Sebastian Bach yang berhasil menciptakan musik koral khotbah gereja.
Bisa dikatakan di zaman klasik ini permainan dinamika musik semakin lembut. Zamannya sendiri berlangsung dari tahun 1750 - 1820. Di zaman ini, mulai terbentuk norma, khususnya dalam komposisi, gaya, dan penyajian musik. Alat musik piano sering digunakan karena memberikan instrumen yang tidak terlalu kompleks dan ringan.
Selain itu, terjadi perubahan tempo dengan accelerandonya lebih cepat. Meskipun memang terdapat batasan pada ornamentiknya, akan tetapi lanturan suara yang dikeluarkan lebih lembut. Komposer atau seniman yang terkenal di zaman ini, seperti Ludwig Van Beethoven, Johann Christian Bach, Wolfgang, dan Joseph Haydn.
Pada zaman Romantik yang terjadi dari tahun 1815 - 1910, karya-karya musik yang dihasilkan memiliki komposisi perasaan yang lebih kuat dan maknanya semakin dalam. Para pengubah lagu lebih berfokus pada melodi yang semakin kompleks. Karya paling terkenal di zaman ini salah satunya yaitu milik Wagner, “Siegfried”.
Tidak lupa, ada pula karya dari Hector Berlioz yang karyanya berjudul “Symphony Fantastique”. Kemudian, bermunculan pula para pengubah lagu dari institut seni musik Eropa. Serta, organisasi pelestarian musik yang mengembangkan musik romantik ke arah yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Memasuki abad ke-20 atau zaman modern, musik semakin berkembang pesat di kalangan masyarakat, terlebih setelah ditemukannya radio. Orang-orang mulai mendengarkan musik melalui radio tersebut. Bahkan, hadirnya televisi membuat musik menjadi bagian dari acara-acara televisi.
Musik juga mengalami revolusi dengan diciptakannya berbagai jenis aliran musik, tempo, dan sebagainya. Bahkan, seni musik juga mengalami berbagai perubahan karena berkembangnya teknologi yang semakin canggih. Musik yang awalnya hanya bisa didengarkan, di zaman modern sudah bisa direkam dan diedit.
Kalau dilihat dari perkembangannya, penemuan musik lebih condong ke dunia barat, bukan? Akan tetapi, sebenarnya musik juga berkembang di Mesir, Yunani, dan sebagainya. Lengkapnya bisa dicek di sini, ya! (source: Wikipedia)
Demikian penjelasan singkat mengenai perkembangan musik di dunia. Jadi, gimana, nih, sudah tahukan sekarang bagaimana asal mula ditemukannya musik?
Sumber :