Passionate People, apakah kamu tipe orang yang senang mendengarkan musik atau perlu mendengarkan musik saat akan melakukan sesuatu? Kalau iya, kamu pasti familiar, deh, dengan manfaat musik untuk mood. Tapi tahu, enggak, sih, kalau musik juga bisa memberi dampak positif untuk kehidupan sosial kita?
Kalau belum dan ingin tahu, baca penjelasannya dalam artikel ini, ya!
Sebelum membahas tentang pengaruh musik bagi kehidupan sosial, kita recall dulu gimana cara musik bisa meningkatkan mood, yuk! Melansir dari laman UW Medicine, musik dapat meningkatkan mood lantaran alunan nada tersebut bisa memicu pelepasan dopamin, yaitu neurotransmitter di otak yang membantu kamu merasakan senang dan motivasi, meningkatkan fokus, dan memperbaiki suasana hati.
Selain itu, banyak juga studi yang sudah meneliti tentang efek musik terhadap sistem atau organ dalam tubuh. Beberapa di antaranya adalah efek musik terhadap sistem limbik otak, yaitu bagian yang membantu proses emosi, kadar kortisol, tekanan darah, sampai kecemasan dan stres.
Yang enggak kalah menarik, musik juga ternyata bisa membantu seseorang untuk mengurangi rasa sakit dan gangguan tidur, hingga bagaimana kita menjalani kehidupan sosial.
Baca Juga: Cari Tahu Perkembangan Musik di Sini, Yuk!
Sejak dahulu kala, musik sebetulnya sudah menjadi medium seseorang atau sebuah kelompok untuk menyalurkan ekspresi atau daya pikir kepada orang atau pihak lain. Pada saat yang sama, musik tersebut juga menjadi ‘jembatan’ yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki yang tumbuh di antara pemusik–pendengar maupun sesama pendengar. Hasilnya, musik bisa meningkatkan mood, mengubah persepsi, hingga memberi inspirasi untuk pendengarnya.
Nah, beginilah cara musik mengubah kehidupan sosial kita:
Cara yang pertama adalah dengan musik sebagai alat untuk berbagai tujuan hidup sehari-hari. Untuk tujuan praktis, misalnya, musik bisa membantu kamu menghabiskan waktu ketika membersihkan kamar atau rumah, mengemudi atau mengantar tidur, sampai menenangkan jiwa saat merasa kesal atau badmood.
Untuk tujuan relasional (hubungan), musik bisa menjadi penghubung batin antara orang tua dan anak melalui aktivitas bernyanyi atau menghafalkan lagu bersama. Sedangkan untuk tujuan praktis dan relasional, musik dapat menjadi penghubung hubungan antara orang tua dan anak yang memiliki satu tujuan bersama; misalnya lewat les piano bersama-sama.
Pernah menonton atau mungkin malah terlibat dalam gerakan demonstrasi damai? Kegiatan massal yang bertujuan untuk mengejar perubahan sosial dan kebijakan bersama bagi masyarakat luas ini jarang sekali berlangsung dalam keheningan. Sebab, ada saja alunan lagu dari berbagai band atau musisi yang dipakai para peserta untuk “meramaikan” kegiatan mereka. Biasanya, lagu-lagu yang dikumandangkan dalam kegiatan seperti ini adalah lagu-lagu dengan tema atau lirik seputar perjuangan.
Kamu yang punya ketertarikan pada kesenian lokal atau daerah mungkin sudah paham bahwa musik adalah salah satu bentuknya. Yup, musik adalah bagian integral dari budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui alunan lagu berbahasa daerah atau bahasa milik sebuah kelompok masyarakat, adat istiadat diajarkan kepada generasi-generasi penerus.
Musik juga merupakan bagian dari momen setiap siklus kehidupan manusia. Mulai dari ritual kelahiran atau bayi baru lahir, upacara pernikahan dan perayaan, sampai acara kematian, sering kali ditemani oleh lagu-lagu untuk menambah kemeriahan atau menghormati subjek siklus kehidupan tersebut.
Baca Juga: Post Concert Depression, Apa Itu dan Gimana Cara Atasinya?
Ulasan di atas sekiranya sudah cukup menjelaskan bahwa musik adalah aspek penting dalam peradaban manusia, yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi masyarakat secara emosional, moral, dan budaya.
Mengutip dari laman Save The Music Foundation, musik secara umum juga dapat menjadi medium untuk mempelajari budaya atau cara hidup orang lain. Sebagai hak budaya, musik dapat menjadi alat untuk mempromosikan dan memperjuangkan hak asasi manusia lainnya. Tak lupa, musik dapat membantu proses penyembuhan kesehatan mental maupun fisik, meruntuhkan batasan, memudahkan rekonsiliasi, menunjang pendidikan, hingga menyatukan masyarakat luas.
Melalui ketukan nada dan susunan kata, musik juga bisa menjadi alat untuk mempelajari sejarah atau peristiwa sosial yang sedang terjadi di kala lagu tersebut diciptakan. Pasalnya, lirik lagu dalam sebuah musik dapat mengilustrasikan situasi kehidupan penulis lagu saat ia memproduksinya.
Sebagai agen perubahan, musik dapat bermanfaat dalam hal meruntuhkan perbedaan, mendidik masyarakat atau orang banyak, membangun empati dari pihak atau kelompok yang mungkin berseberangan dengan kita, sampai mengakhiri bentuk-bentuk segregasi (pemisahan).
Enggak sampai di situ saja, sebab, musik juga sudah terbukti punya manfaat positif untuk anak muda (pelajar) dan pengajar, loh. Dalam sebuah studi kasus tentang musik di Newark, New Jersey, 68 persen pengajar melaporkan adanya peningkatan akademis dari murid-muridnya melalui bantuan musik. Selain itu, 94 persen pengajar juga melihat adanya peningkatan keterampilan sosial-emosional pada murid-muridnya yang dikenalkan pada lagu-lagu.
Studi kasus lain yang dilakukan di Metro Nashville Public School menemukan kalau siswa yang ikut dalam program terkait musik di sekolah selama satu tahun juga punya tingkat kehadiran (absensi) dan kelulusan yang jauh lebih tinggi dibandingkan teman-temannya yang bukan pencinta musik.
Jadi, sekarang sudah, tahu, kan dengan cara apa musik memengaruhi kehidupan sosial kita, serta apa manfaat positifnya untuk kehidupan sosial kita juga? Passionate People yang memang suka mendengarkan lagu untuk setiap kesempatan dan aktivitas harian, silakan teruskan hobi kamu yang satu itu, ya! Selama sesuai porsinya, kamu bisa mendapatkan segudang manfaat positif dari musik seperti yang sudah dijelaskan di atas, deh!
Sumber: